Punya istri yang bekerja di luar kota memang gak ada enak-enaknya. Mau sarapan menyediakan sendiri, cuci baju sendiri bahkan urusan ranjang pun harus bersabar sampai seminggu lebih.
Akhirnya, Donjuan, (35) pun mulai membelai wanita yang ada di sekitarnya yakni sang mertua, si Sephia.
Umi Hany Akasah – Radar Surabaya
AWALNYA Sephia tentu mencak-mencak menolak ajakan si menantu. Apa lagi, umurnya sudah hampir 60 tahun.
Namun, karena juga kurang jablay (jarang dibelai) maka dia pun tak menolak ajakan si menantu.
“Saya juga salah sih. Tapi, anak saya juga salah. Sudah punya suami kok sering ditinggal kerja,” kata Sephia tersenyum.
Sephia pun tak memungkiri dan mengakui bila dirinya memiliki hubungan istimewa dengan menantu keduanya itu.
Bahkan, dalam proses mediasi talak cerai di Pengadilan Agama, Klas 1 A Surabaya, Jumat (18/3), Sephia berjanji tidak akan mengulangi lagi.
Maka suaminya sebut Donwori, 60 pun memaafkannya. “Tapi saya juga minta anak saya, Karin untuk resign. Mending balik ke Surabaya,masak punya suami kok ditinggalin terus.Untung kecantol aku, coba kecantol wanita lain. Yok opo,” kata Sephia.
Ketika kepergok selingkuh, baik Sephia maupun Donjuan mengaku malu. Bahkan, ketika keluarganya mengadilinya hanya tangis dan ucapan maaf terjadi.
Namun, semuanya seakan bungkam seribu kata ketika Donjuan mengaku sudah hampir tiga bulan tak mendapat jatah dari Karin.
“Di situ mulai terkuak, bukan aku saja yang salah tapi juga Karin. Suami saya juga ngakuin kalau dia mulai tidak bergairah,” jelas Sephia.
Suaminya, Donwori juga disalahkan. Sephia merasa suaminya yang tua terlalu asyik bermain mengurus cucu dan kebanyakan tidur sehingga tak memberi perhatian padanya.
“Ini pelajaran buat semua orang. Kalau punya istri atau suami dirawat, diambil orang kapok koen,” pungkas Sephia yang mengaku proses talak cerainya dicabut dengan adanya perjanjian damai. (no/awa/jpg/ong)