![]() |
| Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma. AKURAT.CO/Arief Munandar |
Menurut Lieus, sikap buruh yang membandingkan Anies-Sandi dengan Gubernur sebelumnya Basuki (Ahok) Tjahaja Purnama tak pantas dilakukan. Sebab masa perhelatan Pilkada DKI 2017 telah selesai dan dimenangkan oleh Anies-Sandi.
"Itu terlalu emosional dan mencari-cari kesalahan Anies. Sudahlah jangan dibandingkan Anies sama Ahok, itu keliru besar," kata Lieus kepada wartawan, Minggu (12/11).
Karena itu, Lieus ingin para buruh sebaiknya mengawal janji-janji Anies-Sandi agar tercapai semua. Mengingat Anies-Sandi baru saja memulai pemerintahannya, masih panjang perjalanannya.
"Kalau Ahok sudah selesai, Ahok periode kemarin. Sekarang bukan saatnya membandingkan, sekarang itu mengawasi janji-janji politiknya, itu baru fair," tandas Lieus.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku, Anies-Sandi pernah membuat kontrak politik pada saat kampanye Pilkada DKI 2017, hal itu merujuk pada penetapan UMP DKI 2018 di atas PP 78 Tahun 2015.
Hal itulah yang membuat Iqbal menyebut Anies-Sandi sebagai pembohong karena mereka tak memenuhi janjinya.
"Dia adalah pendusta, pembohong, dan ingkar janji!" tegas Iqbal di atas mobil komando depan Balai Kota Jakarta.
