-->

Thursday, 12 May 2016

'Gadis Rob' Bertaruh Nyawa Ikuti UN SMP

DEMAK - Perjuangan Siti Nur Chofifah, gadis yang hidup dalam kepungan rob di Demak Jawa Tengah untuk mengikuti UN SMP ibarat selalu bertaruh nyawa. Sebagai gadis perempuan, Nur memiliki mental baja karena tiap berangkat sekolah harus menyeberangI genangan banjir rob dan menyusuri sisa-sisa tanggul.

"Kadang iri sama teman-teman, mereka tidak perlu was-was ketika belajar di rumah karena enggak terancam ombak dan rob. Lalu, ketika berangkat sekolah juga harus menembus genangan rob, maka saya enggak pernah pakai sepatu," tutur Siti Nur Chofifah kepada Okezone, Rabu (11/5/2016).

Nur, demikian dia biasa disapa menyampaikan, halaman rumahnya sudah berubah menjadi lautan. Pijakan berjalan dibuat dari tumpukan batu. Namun, tumpukan batu itu pun kini telah terendam air dan licin. Agar tak terpeleset, ayahnya membuat pegangan dari batang bambu.

"Ini lumayan dalam, lho, yang di luar pijakan kaki. Batu-batu pijakan ini juga sangat licin, kalau tidak biasa melintas bahaya karena bisa terpeleset. Habis itu nanti jalannya menyusuri tanggul hingga ke tengah desa," terangnya.

Gadis berusia 15 tahun itu harus berjalan dua kilometer ke sekolahnya, SMPN 1 Sayung. Dia pun harus berangkat lebih pagi, karena banjir akibat gelombang laut pasang tak bisa diprediksi waktunya.

"Takutnya terlambat, ini kan lagi ujian. Makanya harus pagi-pagi berangkat ke sekolah. Dingin. Menenteng sepatu sambil gendong tas itu menjadi keseharian saya. Meski berat ya tetap harus dijalani," ujar gadis berambut sebahu itu.

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner