-->

Wednesday, 2 August 2017

Polisi Rogoh Kocek, Bayari Go-Jek Korban Order GoFood Fiktif Sugiarti

Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta M Marpaung (Foto: Nadia Riso/kumparan)
Tagihan GoFood fiktif untuk Julianto, seorang karyawan bank mencapai jutaan rupiah. Kasus order GoFood fiktif ini sampai menyebar di media sosial.
Korban Julianto akhirnya melapor ke polisi. Polres Jaktim yang menerima laporan langsung melakukan pencarian. Pelaku berdasarkan penyelidikan mengarah ke Sugiarti.
Polisi memeriksa saksi korban dan juga beberapa abang Go-Jek.
"Sudah dipanggil sebagai saksi. Yang belum bayar kita bayarin saja sekalian. Dari Go-Jek-nya itu 3 orang. Kerugiannya Rp 3 jutaan," kata Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Sapta M Marpaung di kantornya, Selasa (1/8).
Pada Senin (31/7), Sugiarti diperiksa. Dia mengakui melakukan pemesanan GoFood fiktif. Motifnya karena cintanya ditolak Julianto.
"Mereka berkenalan di facebook, setelah bertemu mungkin korban merasa jauh dari ekspektasi, lalu menjauh," imbuh dia.
Teror GoFood terjadi. Tapi polisi menjerat Sugiarti karena status di media sosial yang mengaku dihamili Julianto, serta menuding macam-macam. Sugiarti dijerat UU ITE.
"Pelaku tidak ditahan karena kooperatif, dan alamatnya jelas," tegas Sapta.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner